Tragedi di Serang Baru! Balita 4 Tahun Tewas Tercebur Sumur Tua, Tim Rescue Berpacu dengan Gas Beracun

IMG-20260711-WA0396

Buser Bhayangkara 74 // Kabupaten Bekasi . Tragedi memilukan terjadi di Kampung Babakan, RT 013/RW 006, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Seorang balita berusia 4 tahun ditemukan meninggal dunia setelah diduga tercebur ke dalam sumur tua yang masih aktif digunakan warga.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena petugas harus menghadapi ancaman gas beracun yang terdeteksi di dasar sumur, Jumat (10/7/2026).

Peristiwa nahas itu diduga terjadi saat korban yang tengah dititipkan kepada pengasuhnya luput dari pengawasan. Balita tersebut diduga bermain di sekitar rumah sebelum akhirnya terjatuh ke dalam sumur tua yang berada tidak jauh dari lokasi.

Kepanikan keluarga dan warga bermula ketika korban tak kunjung ditemukan sejak sekitar pukul 10.00 WIB. Berbagai upaya pencarian dilakukan hingga akhirnya sepasang sandal milik korban ditemukan di sekitar bibir sumur. Temuan itu menguatkan dugaan bahwa korban terjatuh ke dalam sumur.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi. Tim Rescue bersama unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi.

Komandan Regu 1 Disdamkarmat Kabupaten Bekasi, Musa, mengatakan proses penyelamatan tidak dapat dilakukan secara sembarangan karena petugas mendeteksi adanya gas berbahaya di dalam sumur yang berpotensi mengancam keselamatan personel.

“Kami mendapat laporan ada balita terjatuh ke dalam sumur. Setelah dilakukan validasi, anak tersebut diketahui hilang sejak pukul 10.00 WIB.

Petunjuk berupa sandal di sekitar sumur mengarah pada dugaan korban berada di dalam sumur,” ujar Musa.

Demi menjaga keselamatan petugas, tim evakuasi terlebih dahulu menggunakan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) sebagai alat bantu pernapasan sebelum menurunkan personel ke dasar sumur. Selain itu, proses evakuasi juga dibantu menggunakan tripod, sistem katrol (block and tackle), harness, dan tali kernmantle.

“Kendala kami kemungkinan terdapat gas di dalam sumur. Tanpa alat bantu kami tidak berani masuk.

Alhamdulillah BPBD membantu menyediakan SCBA sehingga evakuasi bisa dilakukan,” jelasnya.

Setelah berjibaku dengan berbagai kendala di lokasi, tim akhirnya berhasil mengangkat korban dari dasar sumur. Namun, harapan keluarga pupus karena balita tersebut ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Alhamdulillah korban berhasil dievakuasi, namun saat ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Musa.
Menurut Musa, sumur tempat korban terjatuh merupakan sumur tua yang hingga kini masih dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan keperluan rumah tangga lainnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di sekitar lokasi yang memiliki potensi bahaya seperti sumur, kolam, sungai, maupun saluran air terbuka.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tragis tersebut.

(drt)