TERKAIT PEMBERITAAN PELABUHAN TANJUNG GELAM TEMPAT TRANSIT PEREDARAN ROKOK ILEGAL ITU TIDAK BENAR..!!
Buser Bhayangkara74
Pihak Pelabuhan Sri Tanjung Gelam Bantah Tuduhan sebagai Jalur Transit Rokok Ilegal: “Ini Berita Sampah dan Hoax!”
Tanjungbalai Karimun, 5 Maret 2025 Kepri
Pihak pengelola Pelabuhan Sri Tanjung Gelam, Tanjungbalai Karimun, membantah keras tuduhan bahwa pelabuhan tersebut dijadikan sebagai jalur transit untuk pengiriman rokok ilegal. Menanggapi informasi yang beredar, pihak pelabuhan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan berita sampah serta hoax yang disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Kami menolak tegas tuduhan bahwa Pelabuhan Sri Tanjung Gelam menjadi jalur transit rokok ilegal. Ini adalah berita yang tidak benar dan sengaja disebarkan untuk menciptakan persepsi negatif terhadap pelabuhan kami,” tegas seorang perwakilan pihak pelabuhan dalam keteranganya.
Pihak pelabuhan menjelaskan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Bea Cukai dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memastikan keamanan dan pengawasan ketat di setiap aktivitas yang terjadi di pelabuhan. Sistem keamanan terintegrasi, termasuk penggunaan teknologi canggih seperti CCTV dan pemindaian kontainer, telah diterapkan untuk mencegah praktik ilegal.
“Kami memiliki protokol keamanan yang ketat. Setiap barang yang masuk dan keluar dari pelabuhan harus melalui proses pemeriksaan yang detail. Tuduhan bahwa ada rokok ilegal yang transit di sini sama sekali tidak masuk akal,” tambahnya.
Selain itu, pihak pelabuhan juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh berita-berita yang tidak jelas sumbernya. Mereka mengimbau agar masyarakat dapat melaporkan langsung jika menemukan aktivitas mencurigakan, sehingga dapat ditindaklanjuti secara resmi.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi. Jangan mudah percaya pada berita yang tidak jelas kebenarannya. Jika ada bukti konkret, silakan laporkan kepada pihak berwenang,” pungkasnya.( Siswoyo/Jlsh-Karimun )
Sementara itu, Kepala Satker Bea Cukai Pelabuhan Sri Tanjung Gelam juga membenarkan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti yang menguatkan tuduhan tersebut. “Kami selalu memantau aktivitas di pelabuhan ini. Jika ada indikasi pelanggaran, pasti akan kami tindak tegas,” ujarnya.
Dengan penjelasan ini, pihak Pelabuhan Sri Tanjung Gelam berharap agar isu negatif yang beredar dapat segera dihentikan dan tidak merugikan nama baik pelabuhan serta mengganggu aktivitas perdagangan yang sah di wilayah tersebut.
Siswoyo

