Pulangkan Korban, DPRD Pangkalpinang Desak Pemerintah Saling Berkoordinasi ke Gugus Tugas TAPI
Buser Bhayangkara74
Pangkalpinang –
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD Pangkalpinang mendesak Pemerintah lebih aktif dalam pemulangan 60 warga Bangka Belitung ( Babel) yang menjadi korban Tindak Pidana Perdangan Orang ( TPPO) di perbatasan Myanmar – kemboja.
Dari 60 warga Babel tersebut 30 diantarnya merupakan warga Kota Pabgkalpinang.
Menanggapi hal ini anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Arnadi menuturkan jika Pemerintah harus mengambil langkah konkret agar korban – korban ini dapat kembali ke tanah air secepat mungkin.
” Kami. meminta agar Pemerintah segara berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Gugus Tugas TPPO terlait pemulangan korban, ja gan menunggu terlalu lama terkait perkembangan kasus melainkan harus aktif menjalin komunikasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses pemulangan, ” Kata Arnadi, Danu ( 5/3/2025).
Bukan hanya soal pemulangan Pemerintah juga harus memastikan mereka mendapatkan perlidungan yang layak, baik dari kondisi fisik dan kebutuhan dasar para korban agar pekerja ini terlindung dari segi hukum.
” Pemerintah harus aktif berkoordinasi dengan berbagi pihak, termasuk organisasi internasional yang menangani isu pekerja migran Bangun pula komunikasi yang baik antara pemerintah dan keluarga korban di Pangkalpinang, sehingga jangan sampai mereka dibiarkan dalam ketidakpastian transparan agar keluarga merasa tenang matanya.
Hal ini menjadi pelajaran barhaga bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang, terutama Dinas Tenaga Kerja ( Dinasker) , Ia menilai pengawasan terhadap peluang kerja ke luar negri harus lebih diperketat agar kasus serupa tidak terulang kedepan.
” Harus ada regulasi yang lebih jelas, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap tawaran pemerjaan ke luar negri,” tuturnya.
Sebelum diketahui jika imin merupakan pekerja ilegal dengan perekrutan terselubung, yang diwarkan sebagai pekerja Scammer judi 0nline .
Pada 28 Febuari lalu sebanyak 2 pekerja sudah dipulangkan ke tanah air, sementara untuk pekerja lainnya masih tertahan di wilayah Myawady perbatasan Myanmar – Kamboja dan merupakan wilayah berkonflik yang dipegang oleh kelompok bersenjata jelasnya.
YNT – BBL
