Proyek Tambak Udang di Surade Sukabumi Berlanjut, PT BSM Didorong Selesaikan Perizinan
Buser Bhayangkara74
SUKABUMI –
Pembangunan tambak udang oleh PT Berkah Semesta Maritim (BSM) di Kawasan Minajaya, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, terus menunjukkan progresnya. Setelah sebelumnya mendapat riak penolakan dari sejumlah warga terkait perizinan.
Kelanjutan proyek tersebut mulai menemukan titik terang dan mendapatkan kejelasan usai audiensi antara pihak perusahaan, dinas terkait, dan Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 6 Maret 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Perizinan Terpadu Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa konsep tambak yang diterapkan PT BSM sudah berbasis kawasan yang teruji.
“Model ini sebelumnya telah diuji coba oleh pemerintah pusat di Boyolali dan dinilai mampu menangani limbah dengan lebih baik dibandingkan tambak tradisional,” kata Ali, Kamis (13/3/2025).
Selain itu kata dia, konsepnya mengusung prinsip Good Agriculture Practices (GAP), yang memastikan bahwa pemilihan indukan, benih, hingga pemberian pakan dilakukan secara tersertifikasi dan sesuai standar.
Meskipun mendapatkan dukungan terhadap konsep yang digunakan, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, menekankan bahwa penyelesaian perizinan tetap menjadi prioritas sebelum pembangunan dilanjutkan.
Ia juga mengapresiasi komitmen PT BSM yang akan menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. “Saya mengapresiasi PT BSM yang akan melibatkan tenaga kerja lokal. Namun, tentu saja, perizinan harus diselesaikan lebih dulu sebelum proyek ini berlanjut,” ujar Yudha.

Menanggapi hal tersebut, Site Manager PT BSM, Muklis, menyatakan bahwa pihaknya akan mematuhi aturan yang berlaku. Ia mengakui bahwa pengurusan perizinan membutuhkan waktu dan proses yang tidak instan.
“Dalam audiensi ini, alhamdulillah ada pencerahan. Perizinan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu waktu dan proses. Percayalah, kami akan taat aturan,” tegasnya.
Terkait adanya penolakan dari sebagian warga, Muklis memastikan bahwa pihaknya tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat yang kontra terhadap proyek ini.
Ia menegaskan bahwa sejak awal perusahaan telah berkomitmen untuk tidak mengabaikan warga yang keberatan. “Kami tetap konsisten dan tidak akan menjauhi teman-teman yang kontra. Dari awal kami berkomitmen, siapa yang mau bekerja, ayo,” pungkasnya.
DICKY, S Jurnalis MBB74 Sukabumi
