Miriiiis RS. Radjak Hospital Yang Sudah Mendunia Tapi Tidak Bisa Bayar Perawatnya
Buser Bhayangkara74
Rumah Sakit Radjak hospital yang terletak di jalan raya Narogong Desa Limusnunggal kecamatan Cileungsi kabupaten Bogor. Yang di cicil Bayar upah karyawannya dari berbagai divisinya selama 6 bulan yang sampai saat ini belum ada kejelasan,” Kamis 13/03/2025.
Salahsatu peserta aksi demo Yusniar, Ini semua karena kita itu kurang di hargai dari rumah sakit thamrin ini ,kita di janjikan itu dari bulan oktober awal sampai sekarang gaji kita belum 100%.di janjikan katanya nanti dan nanti tapi tidak tau keputusan sampai kapan.
sedangkan sebentar lagi lebaran dan bulan ini bulan puasa banyak sekali kebutuhan yang harus kita penuhi tapi rumah sakit ini belum 100% untuk membayar kita .sedangkan kita bekerja sesuai protap dari rumah sakit.
Dan kita juga tidak lalai terhadap pasien tapi rumah sakit tidak menghargai kerja keras kita di sini.banyak kebutuhan kita belum bayar rumah untuk anak,apalagi sebentar lagi mau lebaran kebutuhan lebaran ,keluarga ,belum ongkos ke sini sampai ada yang meminjam ke yang untuk memenuhi kebutuhan.
Dan THR juga belum tentu di berikan karena kemarin sudah ada rapat tapi belum tau di janjikan sampai kapan .sudah rapat dari PPNI bogor,sudah ke sini berulang kali tapi belum ada kejelasan belum memberikan kepastian kapan akan di bayarkan 100% nya. Hampir 500 lebih karyawan, ada perawat, bidan sampai nonmedis sama juga belum di Gajih juga, dari bulan oktober sampai sekarang .
Harapannya semoga saja kerja keras kita di hargai .Alasannya kurang tau ,dan katanya ada problem yang harus di penuhi rumah sakit terlebih dahulu. Dan kita belum jadi pihak utama untuk rumah sakit thamrin .sedangkan pasien semuanya harus ada kita medis ataupun non medis kalau tidak ada kita mau siapa lagi. Kurang lebih kita harus bareng-bareng demo harus di bayarkan apalagi sudah beberapa bulan belum di bayar 100%,” Tutup Yusniar.
Ditempat yang sama disambung oleh dokter Sintia,” Kalau dari kami kalangan para dokter spesialis baik yang berpraktek di rumah sakit Radjak hospital ini ingin ikut berperan serta dalam aksi solidaritas ini .karena bagaimana pun kasian mereka harus tetap melayani pasien dengan sepenuh hati 100% tapi ternyata di bayarnya hanya 65% . Karena bagaimana pun juga kita harus tetap melayani pasien dengan baik .dan kita tidak mungkin menelantarkan pasien kita karena itu menyangkut nyawa manusia.
Kalau dokter sih alhamdulillah kami tetap di bayar kan sesuai dengan jumlah pasien yang kami layani ,Jadi sesuai yang di bayarkan BPJS .cuma kalau memang untuk perawat ,fisioterapi,tenaga non medis yang tadi sudah di sebutkan.
mereka semua mendapatkannya hanya 65% dan belum ada kepastian apakah mereka akan menerima THR atau tidak .itu sudah berjalan dari bulan oktober setau saya sudah 6 Bulan ini blm ter bayarkan,” Ujar Dokter Sintia.
Gunawan – Bogor
