Menu MBG di SPPG Pogalan Trenggalek Disorot, Hanya Jeruk, Roti Susu
Buser Bhayangkara74
Trenggalek,
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Desa Pogalan Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, menjadi sorotan publik setelah menu yang dibagikan kepada siswa dinilai sangat sederhana dan diduga tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Media buser Bayangkara 74 paket makanan yang diterima siswa hanya berisi satu buah Jeruk, susu Roti . Menu tersebut dikemas dalam kotak makan Kertas.
Foto menu MBG tersebut kemudian beredar di masyarakat dan memunculkan pertanyaan terkait standar gizi serta kesesuaian menu dengan anggaran program yang disebut-sebut mencapai sekitar Rp 10 ribu per porsi.

Sejumlah warga menilai menu tersebut belum mencerminkan konsep makanan bergizi seimbang yang semestinya mengandung unsur karbohidrat, protein, sayur dan buah.
“Kalau hanya seperti itu menunya, apakah sudah sesuai dengan standar gizi? Apalagi tidak ada nasi sebagai sumber karbohidrat utama,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Dari foto yang beredar, porsi makanan terlihat relatif kecil. Kondisi ini memicu pertanyaan mengenai standar penyediaan makanan serta pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.
Program MBG sendiri dirancang untuk memastikan peserta didik memperoleh asupan gizi yang cukup guna mendukung pertumbuhan serta meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah.
Namun jika dibandingkan dengan nilai anggaran per porsi yang beredar di masyarakat, sejumlah pihak menilai menu tersebut perlu mendapat evaluasi serta klarifikasi dari pihak penyelenggara program.
“Jika anggaran per porsi sekitar Rp 8 ribu, tentu publik wajar mempertanyakan apakah menu yang diberikan sudah sesuai dengan nilai anggaran tersebut,” ujar seorang pemerhati kebijakan publik.
Selain soal menu, transparansi mengenai komposisi makanan, nilai gizi, serta mekanisme pengadaan bahan makanan juga dinilai penting untuk memastikan program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG Pogalan maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait menu yang dibagikan kepada siswa tersebut. Redaksi media buser bayangkara 74 masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Publik berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi serta memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG agar tujuan peningkatan gizi bagi para siswa benar-benar tercapai serta pelaksanaannya tetap transparan dan akuntabel.
Sugeng

