13 Keluarga Korban Kapal Virgo 8 di Garut Jalani Tes DNA, Polres Bantu Identifikasi Korban Tenggelam

IMG-20260915-WA0220

BUSER BHAYANGKARA74 -JABAR
Garut,- Buser Bhayangkara74- Upaya membantu proses identifikasi korban kecelakaan Kapal Virgo 8 rute Surabaya–Banjarmasin terus dilakukan jajaran Polres Garut.

Tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Garut mengambil data Ante Mortem (AM) dan sampel DNA dari keluarga korban di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Sidokkes Polres Garut di bawah penanggung jawab Kasidokkes Polres Garut Pembina Aceng Ridwan, Kep., Ners.

Petugas melakukan pendataan langsung terhadap keluarga korban sekaligus mengambil sampel DNA menggunakan metode Buccal Swab, yakni pengambilan sampel dari bagian dalam rongga mulut.

Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan dalam proses tersebut, sebanyak 13 anggota keluarga korban memberikan sampel DNA.

“Mereka terdiri dari keluarga dua korban yang telah dinyatakan meninggal dunia serta keluarga dari 11 korban yang hingga kini masih dalam pencarian,” ujar Kapolres Garut.

Diketahui, kecelakaan Kapal Virgo 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia, sementara 11 orang masih dalam pencarian dan 10 orang lainnya telah berhasil ditemukan selamat.

Kapolres menambahkan, pengambilan sampel DNA keluarga menjadi salah satu langkah penting dalam proses identifikasi. Data Ante Mortem dan sampel yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk membantu proses pencocokan identitas korban.

“Seluruh sampel DNA yang telah diambil selanjutnya akan dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut,” jelasnya.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri dalam mendukung proses identifikasi korban sekaligus membantu keluarga memperoleh kepastian mengenai anggota keluarganya yang menjadi korban.

Melalui proses identifikasi yang dilakukan secara profesional dan terukur, diharapkan dapat membantu mempercepat proses pencocokan identitas korban serta memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menanti kabar. ( BG )